Home » Unik

Bayi Hilang Dalam Kandungan?

20 April 2010 14,915 views One Comment

Beberapa waktu yang lalu, impian sepasang suami isteri untuk menimang bayi pupus sudah setelah mendapati bahwa bayi yang dikandung sang Ibu selama kurang lebih 7 bulan itu tiba-tiba menghilang.
Sepertinya berita “Bayi Hilang Dalam Kandungan” seperti ini, sudah beberapa kali terdengar oleh kita. Karena hal ini tidak lazim, banyak orang yang mengkaitkan kejadian ini dengan “makhluk halus”. Ada yang bilang kalau bayinya “diambil” oleh Jin dan sebangsanya… aih syeremnya…

Sebenernya ada penjelasan ilmiahnya loh untuk keadaan seperti itu. Jadi kehamilan seperti itu disebut juga Kehamilan Palsu atau Pseudocyesis.

Pseudocyesis adalah suatu keadaan yang bersifat psikosomatik, dimana terjadi gangguan mental dan fisik yang menyebabkan perubahan pada tubuh wanita sehingga menyamai ciri-ciri wanita hamil, padahal sebenarnya dia tidak hamil.

Belum ada penyebab pasti dari Pseudocyesis, tetapi teori yang banyak muncul adalah disebabkan oleh faktor konflik emosional atau psikologi. Jadi wanita ini berkeinginan sangat kuat untuk hamil dan tekanan perasaan yang dialaminya ini mengakibatkan perubahan hormon sehingga menyerupai perubahan hormon pada keadaan hamil yang sebenarnya.

Wanita yang mengalami Pseudocyesis mengalami gejala-gejala yang sama seperti wanita yang benar-benar hamil, misalnya : haid terhenti, morning sickness, payudara yang membesar, perut yang membesar dan banyak yang bisa merasakan pergerakan bayi (meskipun tidak ada janin didalamnya).
Mereka yang memeriksakan kandungannya ke dokter atau bidan, seringkali dinyatakan memang benar-benar hamil. Tetapi setelah beberapa bulan, perut yang membesar tersebut tiba-tiba mengempes dan dokter akan menyatakan bahwa tidak ada bayi di dalam kandungannya.

Wanita yang mengalami hamil palsu ini, sebagian besar mengalami gonjangan emosi yang hebat, karena harapan besar untuk memiliki bayi ternyata tidak terjadi. Karena kebanyakan bersifat psikologi, sebaiknya pasien Pseudocyesis dirujuk ke seorang psikoterapis untuk mengatasi masalahnya ini.

No related posts.

One Comment »

  • Putri said:

    Beberapa tahun lalu, sodaraku ada yg ngalamin spt ini. Lumayan heboh jg saat itu, tapi tyt ada pjelasan ilmiahnya ya.. Thx bgt ya infonya, pasti berguna jg buat ibu2 yang lain, biar ga nyangka “macem2″ dl.. Huehehe

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.